Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 26 November 2011
Rabu, 27 April 2011
Baca aja !!!
Gimana nih kabar temen-temen aku semua??? baik-baik saja kan … Alhamdulillah, yang nulis juga dalam keadaan baik, tapi ada campurannya juga, hehehe…!! Bosan nih sob, masak dari tadi ngerumpi sama ibu terus ! pengen berbagi sesuatu deh. Hmm… gini saja, aku pengen nyeritain dikit tentang ihwan. Mungkin ada yang nggak tahu tentang ihwan tuh apa sih??? Apa yang dipakai pas ibadah haji? tapi itu kan baju ikhrom. Atau yang sering mampang di tv? lain lagi tu ma iklan. Hmm… yang jelas ihwan tuh bukan makanan, barang, atau lainnya. Apa mungkin yang sering nongkrong di jalan, liat ada akhwat lewat langsung teriak, “ Suitt… suit… sun titik dik???”. Atau orang yang begitu ngeliat ada spion kendaraan langsung saja ngaca, nggak peduli ada pemiliknya apa enggak ! sisir kanan, sisir kiri, tarik rambut ke atas ke bawah. “Nggak peduli mau ada pemiliknya atau enggak, yang penting aku bisa ngaca”, mungkin itu yang diucapkan si ihwan. Mungkin hampir tepat sih, tapi nggak semua sikap ihwan sama seperti itu
Terus seperti apa ya ihwan itu??? Ihwan itu makhluk yang tahan banting. Mau diserang dari depan, kanan-kiri, atas-bawah, nggak bakalan mempan. Mau dihina, dicaci, dimaki, dinasihati, dipuji, sampai bibir nih ndoweer nggak bakalan mampu. Wow!!! hebat donk yang namanya ihwan ini. Tapi sehebat-hebatnya apa pun pasti ada kelemahannya lho… Terus dimana ya kelemahannya? Setelah dilakukan penelitian selama 3 tahun, masa percobaan selama 6 bulan 4 hari, dan survei yang melibatkan 1 juta gelintir ihwan oleh ICW (Ihwan Correspondent Word) menyatakan bahwa, ihwan sangat lemah jika diketuk dari belakang. Bukan diserang tapi hanya diketuk. Loh, kog bisa??? Bisa donk, apa lagi yang ngetuk spesialis perasaan, alias akhwat. Wow!!! hebat hebat hebat. Terus gimana cara kerjanya? Aku juga nggak tahu, aku kan juga seorang ihwan, mungkin ada tombol on-off yah dipunggung kita. Bentar bentar, nanti aku cari
Setelah kita tahu kelemahan dan kelebihannya, seperti apa sih ihwan sebenarnya? Ihwan itu lebih suka main logika dari pada perasaan, nonjolin otot dari pada pikiran, lebih gampang terpancing emosi dari pada berpikir dingin. Lebih suka melindungi dari pada dilindungi, senengannya menang sendiri nggak mau diatur, pengen tampil hebat dari lainnya, apa lagi jika di depan akhwat, dan masih banyak lagi. Seperti yang aku paparkan tadi, setiap ihwan satu dengan yang lain pasti ada perbedaan. Contohnya dalam hal komitmen atau visi misinya. Yang aku tahu ada 3 spesies ihwan dalam hal visi misi kehidupannya, hmm… apa saja yah
Pertama adalah ihwan pecundang. Ciri ihwan pecundang nggak mau pikir panjang, gampang umbar janji tapi tak ada yang ditepati, cuma bisa ngomong tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Ihwan pecundang tidak mau mengambil resiko, dia takut kehabisan bekal dalam perjalanan, tidak mau merantau karena takut sakit dan menderita. Sehingga ia hanya berjalan di tempat sambil memimpikan cita-citanya namun tak mau mengambil jalan untuk menggapainya. Kedua adalah ihwan penuh sensasi. Ceroboh, gegabah, banyak ngomong sedikit berbuat, kalau buat janji kadang ditepati kadang tidak, merupakan ciri-ciri utama ihwan penuh sensasi. Dalam awal perjalanan ihwan penuh sensasi sangat kuat, dan mampu menghadapi rintangan-rintangan yang menghadang. Namun dalam akhir perjalanan menuju garis finish, ihwan penuh sensasi kehabisan bekal, dia bingung, takut, tidak berani menghadapi rintangan terakhir, dia putuskan untuk kembali ke garis start dan membawa persediaan bekal yang banyak dan mengulangi kembali perjalanannya. Tapi tidak ada perjalanan kedua bagi seorang ihwan, hanya sekali dan tak mungkin diulangi. Yang terakhir adalah ihwan sejati, hmm… apa yah cirri-cirinya? Ihwan sejati berpikir matang, tidak ceroboh dan tidak tergesa-gesa, setiap janji yang dia buat pasti ditepati, sedikit ngomong tapi banyak berbuat, dan yang terpenting ihwan sejati sangat bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya. Bermimpi tapi memikirkan cara menggapainya. Dalam sebuah perjalanan, ihwan sejati mampu menghadapi rintangan dan belajar dari permasalahan yang ia temui, ia tegas dalam bersikap dan mampu merubah apa yang dia temui menjadi sesuatu yang baik. Dalam separuh perjalanan ihwan sejati kehabisan bekal, dan ia mulai diselimuti rasa putus asa, takut, dan bingung. Tapi ihwan sejati tetap melanjutkan perjalanannya, meski ia telah memperhitungkan ia akan sakit, menderita, lapar, dan haus dalam perjalanannya. Rintangan demi rintangan ia lalui dengan semangat membara di hati, akhirnya ihwan sejati sampai di garis finish dan mengangkat bendera kemenangan, dan ia berkata: “Inilah janjiku, dan kau adalah buktinya !”. Terus anda termasuk yang mana? Diri andalah yang bisa menjawab dan orang terdekat anda, jangan lupa tanyalah pada Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Termasuk golongan apakah anda saat ini? Tapi aku hanya ingin menekankan, ini bukanlah ajang promosi
Kalo dipikir-pikir nggak nyambung yah??? tapi disambungin aja kalee, hehehe… Mungkin banyak persepsi mengenai ihwan, tapi ini hanya pendapatku toh mungkin banyak pendapat lain, kalo ada yang nggak setuju diusulin aja nggak usah dibawa ke MK, tambah ruwet aja kalee !!! Hmm… terus gimana ya cara pandang ihwan mengenai seorang akhwat ! nih, bagus nih buat di bahas lagi… ya seperti yang aku paparkan diawal tadi, setiap ihwan satu dengan ihwan yang lain pasti berbeda ! cara pandangnya pun belum tentu sama, tapi menurut desas-desus angin pinggir jalan mengatakan bahwa, hal pertama yang dilihat dari seorang ihwan terhadap akhwat adalah penampilan fisiknya. Mau cantik atau jelek, mau putih atau hitam, mau gemuk atau kurus, mau tinggi atau pendek, mau mancung ke depan atau mancung ke dalam, mau body-nya gimana gitu atau gitu gimana… yah, terserah masing-masing ! Tanyalah pada diri anda sekalian hai jiwa ihwan…? Setelah seleksi tahap awal selesai, seorang ihwan akan melakukan seleksi tahap akhir dan menentukan lulus-tidaknya seorang akhwat, kayak ujian aja ! Terus apa??? Nggak usah ditanya dan dipikir lagi, setelah berkas-berkasnya komplit seorang ihwan akan menyelam ke hati akhwat, hahh!!! Nggak usah kaget, nih cuma perumpamaan saja ! Artinya seorang ihwan akan mengenali hati akhwat ini. Hmm… bisa aja yah
Itu sih cara pandang ihwan terhadap akhwat, kalo dibalik gimana yah??? Ah, nggak bisa baca, tulisannya kan terbalik, hehehe… nggak gitu kalee ! maksudnya cara pandang akhwat terhadap seorang ihwan, itu yang bener. Apa dilihat dari tinggi badannya, mancung-nyungsep hidungnya, warna kulitnya, aneh-nggak kelakuannya, gemuk-kurusnya, njeprak-tidur rambutnya, baik-buruk pikiran dan hatinya, kekar-kerempeng badannya, kasar-halus ucapannya, perhatian-juteknya, atau pinter ngerayu-nggaknya??? Ah, aku nggak tahu ! aku kan bukan akhwat, bagi yang seorang akhwat tolong dijawab yah!!! Yah itu dia, banyak yang perlu diungkapkan tapi tidak harus se-detai-detailnya
Ya udah lah… semuanya kan nggak mesti harus sama, toh berbeda-beda itu kan jauh lebih asyik dan biar bearagam. Hmm… dah sob, dah capek nih nulis ! lagian dah aku tumpahkan disini, hehehe… ingat, ini hanya pendapatku saja ! kalo memang ada yang nggak terima kasih saran aja, atau dating ke rumahku biar bisa nyampein uneg-unegnya. Nggak usah dibawa ke MK ya ! nanti malah ruwet, hehehe… Memang itulah, semuanya punya cerita, punya makna, yang apa pun itu dan tidak mungkin disamakan melainkan hanya punya kemiripan saja
Puisi buat permaisuriku
Ingin aku katakan padamu, pujaan hati
Arti kisah cinta, tulus dan suci di kehidupan islami
Sebuah rajutan asmara , yang ingin dinikmati
Pemberian sang Ilahi
Lagu cinta aku lantunkan, saat menghadap Ilahi
Memecah kegundahan hati
Sebuah janji suci, ihwan sejati
Untukmu, hai permaisuri
Satu kisah indah, cinta hakiki
Bersama bidadari hati
Langkah kaki, rindu antara dua insani
Percayalah kasih, semua akan indah pada saatnya nanti
Kamis, 16 Desember 2010
kalau gak suka ya jangan dibaca.......!!!
Cinta, banyak orang mengatakan kalau cinta itu buta, cinta laksana pedang yang terhunus siap menebas siapa saja yang dihadapannya. Tapi itu bukan namanya cinta sob…! Cinta punya mata, punya telinga, punya perasaan, dan cinta itu hidup, cinta memberikan keindahan tersendiri bagi pelakunya, hehehe… tau aja padahal gak tau. Kalau orang bilang cinta bisa ngerubah segalanya, ngerubah preman jadi ustadz, bodoh jadi pandai, malas jadi rajin, yang mati jadi hidup, ow kalo tu gak bisa namanya juga orang dah mati tapi kalo hatinya yang mati bisa aja kan.
Ya… itulah saudaraku, cinta… cinta kalo dipandang dan dirasa enak juga tapi kalo dimakan gak tau yah….! Banyak orang rela mati demi cintanya, mereka adalah pejuang cinta sejati, cinta sejatinya yakni cinta hanya kepada Allah SWT, mereka tak tanggung-tanggung meninggal di medan perang demi cintanya dan menjadi mujahid. Subhanallah, indah bener yang namanya cinta. Tapi kalo kita denger akhir-akhir ini banyak orang yang mati demi cintanya, kayak berita di TV tuh. Seseorang meloncat dari tower laksana penerjun bebas tapi gak pakai parasut sih, sebelum loncat dia niatin dulu ‘Aku rela mati demi cintaku padamu’ (maksudnya cintanya kepada sesama manusia) wuesss…… nih orang dah loncat, eh…. gak ada yang mau nangkep, inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un, tewas ditempat deh. Tapi matinya nih orang gak bisa disebut sebagai pejuang cinta sejati atau mujahid, mereka laksana mati konyol, waduhh, sia-sia donk !. Putus cinta bukan berarti akhir hidup kita, toh masih ada waktu kalo memang masih ada umur, tapi bener juga omongan orang pinggir jalan kalau bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi, hehehe….. gak ada matinya, mungkin aja dia bukan jodoh kita, trus ada juga yang bilang kalo ‘Cinta ditolak, dukun bertindak’, wah….. orang ke3 donk. Tapi jangan mbahas dukun toh aku juga asli orang Dukun, hehehe……. Tapi bagaimana cerita pemuda-pemudi yang sedang buai cinta? Waduhh, ku juga gak tau, tapi tergantung niatnya ja kan, kalo memang cintanya diniatkan karena Allah SWT dan mengharap ridho-Nya, ya insyaallah…… tapi aku pernah denger kalo ada beberapa golongan yang menjadi musuh syaithanirrajim, salah satu golongannya adalah pemuda-pemudi yang saling mencintai karena Allah SWT, wahh ! semoga aja aku termasuk. Amien…..
Dah seliwar-seliwer nih, gak enak bikin capek aja ! tapi sob ku gak bisa komen lagi tentang masalah cinta, toh aku juga baru anak kemaren yang baru aja bisa bersihin ingusku sendiri. Tapi bagaimana ya rasanya jika kita ditinggal orang yang kita cintai dan sayangi ? he...mm, kalo yang ini aku bisa sedikit komen sob, ya mungkin ini pengalaman pribadiku aja yah (itung-itung curhat lah…!). Mungkin sudah hampir setahun lebih aku ditinggal mati sama nenekku, dia tuh orang yang aku cintai dan sayangi, meski namanya juga nenek-nenek yah ! identik bawel, suka marah-marah, selalu ngatur kehidupan kita, tapi ini yang bikin aku kangen (he…mm, merenung dikit gak apa-apa yah !). Oh ya… hampir lupa, rasanya bukan sakit lagi lebih dari itu malahan, saat-saat itu aku mengalami keterpurukan dalam hidupku, bahkan selang beberapa hari setelah kematian nenekku aku pun jatuh sakit dan harus istirahat total kurang lebih 9 hari, duh… berapa banyak uang yang dikeluarkan keluargaku ya….?
Memang aku butuh waktu lama untuk bangkit, meski amanah menjadi ketua IPRA waktu itu sudah menanti. Huuhhh… gimana yah waktu itu aku bingung sekali, ku putuskan tuk pasang tampang kokoh namun hati hancur.
Pengalaman ini buatku mengerti arti cinta dan kasih saying karena Allah SWT, sejak hari itu ku putuskan aku tidak akan melukai atau memainkan perasaan orang lain, termasuk kamu yang membaca tulisanku ini (tapi yang ku kenal aja yah….!) hehehe…., tapi saat ini pun aku masih takut akan kehilangan orang yang ku sayangi (wajarlah manusiawi). He…mm, berat ya hidup ini, tapi takkan berat kalau dipikul bersama-sama, bareng temen, keluarga, atau mungkin istri tercinta (hahaha….. itu bahasan nanti aja !). Tapi kalo boleh nanya…..? Bila seseorang bisa ngerubah hidup kita kearah yang baik, misalnya dia memberi motivasi, ajakan-ajakan yang baik, serta mengajak kita agar lebih dekat kepada Allah SWT, apa salah bagi kita bila timbul perasaan cinta dan sayang padanya, dan itupun kita mencintainya karena Allah SWT ? He..mm, bisa dijawab dihati masing-masing, dipostingin dikomentar, atau sebarin lewat media massa (kayak orang hilang aja).
Ya udahlah namanya juga dilema, hehehe…… ya udah cukup sekian aja ya sob, pusing aku nulis ini semua, tapi ya gak apa-apa……. namanya juga saling berbagi. Sekian yah maaf bila ada salah……
Maaf pak Indra bahan ujian TIK ada diposting lama.....hehehe, yang ini nggak bisa nunggu untuk dipostingin !!!
Maaf pak Indra bahan ujian TIK ada diposting lama.....hehehe, yang ini nggak bisa nunggu untuk dipostingin !!!
Sabtu, 09 Oktober 2010
Jabat Tangan, Halal Atau Haramkah?
Fenomena jabat tangan dalam masyarakat Indonesia memang sangat luar biasa, hal ini terbukti ketika kita melihat dua orang teman, atau saudara, atau relasi kerja saat mereka berdua bertemu mereka akan berjabat tangan setelah mengucapkan salam atau menanyakan kabarnya. Bahkan jabat tangan sudah menjadi tradisi bagi masyarakat kita saat bertemu teman atau sanak saudara. Atau ada beberapa kalangan masyarakat yang lebih dari melakukan tradisi jabat tangan, saat mereka bertemu dengan teman atau saudara mereka akan melakukan jabat tangan lalu memeluk teman atau saudaranya tersebut diteruskan dengan cipika-cipiki. Subhaanallah, begitu kental rasa saling menghormati dan menyayangi dalam masyarakat kita.
Jabat tangan, begitu sederhana kita mengucapkan kata tersebut, namun dibalik kesederhanaannya, jabat tangan mempunyai arti atau makna yang sangat mendalam. Jabat tangan yang baik dan benar bisa menimbulkan arti sebuah jabat tangan yang sesungguhnya, rasa dihormati, rasa disayangi, serta timbul kehangatan diantara dua orang yang berjabat tangan.
Dalam dunia kerja kita mengenal beberapa istilah jabat tangan antara lain: dead fish, bone chruser, dan wet fish. Ketiga istilah jabat tangan ini adalah jabat tangan yang tak bagus untuk dilakukan. Dead fish adalah tipe jabat tangan yang “malas”, yaitu memberikan tangan saja, tanpa digenggam, seperti ikan mati. Kedua bone chruser, biasa datang dari atas, lalu menggenggam sangat kencang seperti mau meremukkaan tulang. Walau niatnya untuk menunjukkan tipe orang yang keras, namun jabat tangan ini justru menunjukkan tipe agresif. Ketiga wet fish, menunjukkan tipe orang yang memiliki masalah dengan kepercayaan diri. Ketiga tipe jabat tangan tersebut seharusnya kita tinggalkan, jabat tangan yang baik adalah menggenggam dengan erat dan berikan senyuman hangat.
Bagi seorang muslim jabat tangan merupakan sunnah Nabi SAW. Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata, “Seseorang pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, salah seorang dari kami berjumpa dengan temannya, apakah ia perlu merunduk kepadanya?’ ‘Tidak,’ jawab beliau. ‘Apakah ia memeluk dan menciumnya?’ ‘Tidak,’ jawab beliau. ‘Apakah ia berjabat tangan dengannya?’ ‘Ya, kalau ia menghendakinya,’ jawab beliau.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Baihaqi dan Imam Malik).
Jabat tangan sudah menjadi adat istiadat atau tradisi dalam masyarakat modern saat ini, bahkan jabat tangan bukan hanya dilakukan oleh laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan, namun banyak dari beberapa kalangan sudah menganggap biasa berjabat tangan dengan lawan jenis lawau sudah jelas ia bukan mahramnya. Kebiasaan ini sudah biasa dilakukan oleh kalangan pemuda dan pemudi, bila salah satu dari mereka tidak melakukannya mereka akan dituduh sebagai orang kolot, ketinggalan jaman, kaku, sulit beradaptasi, ekstrim hendak memutuskan tali silaturrahmi, dan tuduhan miring lainnya.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ma’qil bin Yasar ra, yang arti haditsnya, “Seandainya kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya dari pada menyentuh perempuan yang tidak halal baginya.”
Dalam riwayat lain Aisyah ra berkata, “Tangan Rasulullah SAW tidak pernah menyentuh tangan seorang wanita, kecuali tangan wanita yang beliau nikahi.” (HR. Bukhori dan Tirmidzi)
Jabat tangan bukan hanya milik mereka yang bertemu dengan teman lama atau saudara yang tinggal ditempat yang jauh. Namun bagi mereka yang ingin meminta maaf kepada orang lain juga tak bias lepas dari tradisi jabat tangan. Minta maaf, mendengar kata ini kita bisa menengok sedikit ketika hari Idhul Fitri, ketika kita hendak meminta maaf kepada orang lain tanpa dikomando ataupun diperintahkan tangan kita akan langsung memegang tangan orang yang kita mintai maaf, sambil mengutarakan kata maaf kepadanya. Hari Idhul Fitri dapat juga dimanfaatkan oleh sebagian kalangan untuk memperoleh kesempatan dalam keterbukaan, mereka yang tidak mengerti atau bahkan mengerti mengenai syariat Islam, mereka tidak segan-segan berjabat tangan dengan teman, tetangga, atau sebagainya yang notabennnya bukanlah mahram baginya, dan bila perlu ia membumbuhinya dengan sedikit pelukan. Dan lebih parahnya lagi mereka berdalih apa yang mereka lakukan adalah salah satu upaya meminta maaf kepadanya dan menjalin tali silaturrahmi dengannya, naudzubillahi min dzalik. Apa yang mereka utarakan benar-benar salah, padahal dengan mengucapkan kata maaf atau kita memaafkan mereka sebelum mereka meminta maaf kepada kita saja sudah cukup.
Sungguh ironi, jabat tangan memang membawa kebaikan antara kedua orang yang melakukannya, namun bila suatu kebaikan alih fungsikan untuk berbuat kejelekan, sungguh benar-benar berdosa orang yang melakukan perbuatan ini. Memang indah apa yang diajarkan dalam Islam, jabat tangan memang sesuatu yang membawa berkah tersendiri bagi orang yang melakukannya, namun bila kita melencengkan fungsi utama dari jabat tangan maka hal ini akan membawa kemadharatan bagi kita sendiri.
Terinspirasi dari buku terjemahan yang ditulis oleh Muhammad Al – Muqaddam yang berjudul “Jabat Tangan Yang Membawa Dosa” dengan judul asli “Adillatu Tahrimi Mushafahatil Ajnabiyah”.

