Urat nafas terengah, menyelam ke palung kasih sayangmu, terlena dalam buaian cinta sejati
Hilir pasang air di pesisir, tersiram akan rindu yang haus, terhanyut akan rindu yang tak bertepi
Aku hargai tulusnya kasih sayangmu, secerah mentari terbit di ufuk timur, senandung bunga mekar di kebun cinta
M… Sebuah huruf awal namamu dan namaku, menorehkan tinta emas dilembaran putih, setulus kasih dan sayangmu padaku
Memandang indahnya senyummu, buat ku terbuai dalam selimut cintamu
Awal dari sebuah kisah, berselimut cinta yang tulus dan suci, berisikan arti sebuah pengorbanan
Dik, tahukah kau siapa diriku ??? Aku terkadang lupa siapa diriku, ku masih tak kuasa menahan jilatan iblis, dan aku takut akan diriku yang lalu. Tapi itulah aku, ku kan tetap berpegang pada tali Ilahi
Hatimu dan hatiku, jagalah selalu. Tetaplah jadi permaisuriku, duhai bidadariku
Aku tak mau jauh darimu, kau kan ada dalam sanubariku, meski benteng melintang antaramu dan aku
Selalu ingatlah Dia, Yang Maha Pencipta lagi Maha Segalanya. Jadikanlah kami ya Allah, sebagai hamba-hamba-Mu yang bertawakkal
Bidadariku, tetaplah seperti itu
Inginku berikan cinta yang tulus dan suci untukmu. Cinta untuk seorang permaisuri, just for you
Menyepi mentari di ufuk barat
Untaian kata yang terucap, saling beradu
Hamparan awan kian memerah, kian lama kian malu
Aku tata dan ku rajut
Mahligai pulau kita
Mahligai ufuk sore
Aku ingkar pada setiap mata
Dan aku munafik pada setiap kata
Hiruk tawa canda kian terasa
Aku… mulanya tak terasa
Separuh jiwa telah terjaga
Bersama senyum yang terlukis
Inilah cinta… cinta di ufuk sore